Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 November 2014

Jokowi telah dicalonkan menjadi presiden. Semasa menjadi gubernur, terdapat sejumlah kejadian lucu. Berikut ini 7 cerita lucu Jokowi ketika menjadi gubernur DKI Jakarta.


Cerita Lucu #1: KJS untuk Pengobatan Panu

Seperti diketahui, KJS (Kartu Jakarta Sehat) merupakan salah satu program unggulan Jokowi dalam jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dengan KJS, warga miskin DKI Jakarta bisa mendapatkan layanan pengobatan gratis. Berbicara tentang KJS, ada hal lucu ketika Jokowi ditanya seputar KJS.



Saat wartawan menanyakan fungsi KJS untuk pengobatan apa saja, Jokowi menjawab, "Buat panu juga bisa kok."



Cerita Lucu #2: Ngebet Ingin Punya MRT

Sewaktu memberikan kuliah tentang kepemimpinan, Jokowi mengakui bahwa dirinya ingin sekali proyek MRT segera selesai. 



"Jadi 1 km dulu nggak apa yang penting jalan, biar saya bisa pamer gitu," kata Jokowi.



Ternyata alasannya supaya bisa pamer ke para tamunya. Mendengarkan perkataan Jokowi tersebut, para peserta kuliah tertawa.



Cerita Lucu #3: Kampung Rambutan di Jakarta Selatan

Jokowi pernah dites wartawan mengenai pengetahuannya seputar Jakarta. Wartanyan bertanya kepada Jokowi letak Kampung Rambutan. Kemudian Jokowi menjawab bahwa Kampung Rambutan itu berada di Jakarta Selatan. Padahal sebenarnya Kampung Rambutan berada di Jakarta Timur.



Jokowi pun mengelak, "Kan kampung-kampungnya banyak. Masak ngapalin yang gitu-gitu."



Cerita Lucu #4: Bisa Berenang di Waduk Pluit

Sewaktu meresmikan taman Waduk Pluit di Penjaringan, Jakarta Utara, Jokowi berkata bahwa kawasan itu untuk rekreasi dan santai. Tak lama kemudian, seorang warga bertanya kepada Jokowi apakah Waduk Pluit bisa untuk berenang atau tidak.



Jokowi pun memberikan jawaban, "Oh, bisa, bisa buat berennag. Paling nanti gatel-gatel saja hehehe." Warga pun tertawa mendengar jawaban Jokowi tersebut.



Cerita Lucu #5: Istrinya Ketinggalan

Seperti diketahui bahwa Jokowi suka blusukan. Terkadang, Jokowi mengajak istrinya blusukan supaya tidak sendirian di rumah dinas. Pada suatu ketika, Jokowi tidak sadar bahwa istrinya ketinggalan ketika blusukan ke rusun. Jokowi berkata bahwa hal itu terjadi karena dirinya yang terlalu gesit blusukan.



Cerita Lucu #6: Dicegat Seorang Ibu

Di sela-sela aktivitasnya yang padat dalam menjalani masa jabatannya sebagai gubernur, Jokowi masih sempat melayani warga yang menemuinya di Balai Kota. Suatu saat ketika Jokowi  berada di mobil kijangnya hendak meninggalkan Balai Kota untuk pergi ke Mabes TNI di Cilangkap, seorang ibu menghadangnya. Seorang ibu bernama Sri Sunarwati tersebut mencurahkan kesulitan hidup yang dialaminya. Ia merupakan korban gusuran yang bertempat tinggal di area Cipinang, Jakarta Timur. Keduanya bercakap-cakap menggunakan bahasa Jawa. Kemudian Jokowi memberikan amplop berisi uang kepada ibu tersebut.



"Saya lihat di TV pernah ada yang keluh kesah ke Jokowi terus dikasih bantuan. Makanya saya datang," ujar Sri.



Cerita Lucu #7: Mengecoh Petugas Dishub

Pada awal jabatanya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi melakukan blusukan ke Jakarta Barat. Kendaraan dinasnya dikawal oleh dua pengendara motor dari Dinas Perhubungan. Akan tetapi, Jokowi menganggap bahwa pengawalan tersebut terlalu berlebihan lantaran berjalan zigzag. Ia tidak suka dikawal seperti itu karena mengganggu orang.



Jokowi kemudian menyuruh supirnya untuk belok kiri. Pengawalnya yang melihat ke spion kebingungan  di mana keberadaan Gubernurnya.












foto Jokowi

Joko Widodo


Referensi: 1. tempo.co 2. merdeka.com 3. kompas.com
Selengkapnya...
Jokowi dikenal sebagai pemimpin yang tak sungkan berbaur langsung dengan warga. Tak heran bila banyak orang yang menganggap Jokowi sebagai pemimpin yang merakyat. Dengan seringnya disorot oleh media, tak terkecuali media televisi, membuat nama Jokowi semakin populer.



Tampilnya Jokowi di media televisi saat dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Jokowi pernah hadir dalam acara OVJ Roadshow (sebuah acara komedi di TRANS7) di Solo saat masih menjabat sebagai Walikota Solo. Berikut beberapa fakta menarik Jokowi saat acara OVJ Roadshow pada Sabtu, 17 Maret 2012.



Nonton OVJ Duduk Lesehan Bersama Warga

Biasanya dalam acara-acara tertentu, seorang yang dihormati akan duduk di tempat yang telah disediakan. Namun tidak dengan Jokowi. Saat acara OVJ Radshow di Solo, Jokowi hadir di sana. Namun, bukannya duduk di tempat yang disediakan, Jokowi malah lesehan berbaur dengan warga. Pemain OVJ pun kesulitan mencarinya, karena tidak ada di tempat duduk yang telah disediakan.



Lompat Pagar

Meski panitia sudah menyediakan kursi untuk Jokowi di panggung VIP, Jokowi hanya duduk di kursi itu beberpa menit saja. Jokowi melompati pagar pembatas panggung VIP dan memilih untuk duduk berbaur dengan penonton di Stadion Sriwedari, Solo, tempat pertunjukan OVJ Roadshow digelar.



Saat Jokowi melompat pagar, terjadi sedikit keributan. Sejumlah penonton berebut agar bisa foto bersama. Namun, dengan sabar Jokowi meladeni permintaan penonton.



Dari fakta-fakta di atas, rasanya kurang tepat bila ada media yang menyebutkan kalau gaya kepemimpinan Jokowi yang berbaur dengan rakyat kecil adalah pencitraan belaka. Tak ada salahnya untuk membicarakan sisi positif seseorang. Apalagi kalau bisa dijadikan sebagai inspirasi dan motivasi banyak orang.

foto Jokowi



Banyak orang yang menyukai gaya kepemimpinan Jokowi. Banyak yang menginginkan agar Jokowi menjadi presiden di negara dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini.
Selengkapnya...

Rabu, 22 Oktober 2014

Semenjak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi semakin semakin populer. Bahkan banyak yang menginginkan ia untuk menjadi presiden RI. Sejumlah lembaga survey menempatkann Jokowi di urutan teratas elektabilitas calon presiden. Terlepas dari pencapresannya di pemilu 2014, pria yang akrab disapa Jokowi ini mempunyai sejumlah ciri khas yang muda diingat banyak orang, mulai dari gaya kepemimpinannya hingga penampilannya. 



Berikut 5 ciri khas Jokowi seperti dikutip dari tempo.co.



1. Blusukan

Siapa nama yang pertama kali melintas di pikiran Anda ketika mendengar kata "blusukan"? Jokowi? Jokowi terkenal dengan gaya blusukannya. Bahkan gaya blusukan ini telah dilakukannya semenjak ia menjabat sebagia Walikota Solo.



Jokowi mengungkapkan bahwa blusukan merupakan cara ia untuk mengetahui masalah yang sedang dialami oleh warganya. Dengan blusukan, Jokowi mendapatkan gambaran masalah secara jelas sehingga dapat dilakukan penanganan sebaik mungkin.



2. Suka Bercanda

Jokowi dinilai termasuk orang yang suka bercanda, baik saat diwawancarai wartawan maupun saat blusukan. Beberapa candaannya yaitu tentang pengalamannya menjadi inspektur upacara, dan sempat dikira ajudan. 



3. Suka Minyak Kayu Putih

Jokowi memgakui sering mengantongi minyak kayu putih di dalam saku kemejanya. Ia beranggapan bahwa bau minyak kayu putih enak dan dapat menghilangkan lelah setelah blusukan.



4. Kemeja Putih dan Celana Hitam

Jika sewaktu kampanye calon gubernur DKI Jakarta lalu Jokowi terkenal dengan baju kotak-kotaknya, sewaktu menjadi gubernur, Jokowi kerap kali terlihat memakai kemeja putih dan celana bahan berwarna hitam, baik saat blusukan, menerima tamu, maupun kunjungan resmi.



"Saya punya banyak pakaian kayak gini," ujar Jokowi.



5. Lobi dan Makan Siang

Jokowi yang merupakan pengusaha model sadar benar bahwa lobi dan jamuan makanan merupakan faktor penting untuk mendapatkan kesepakatan dalam setiap transaksi bisnis atau perjanjian. Hal itulah yang diterapkan Jokowi. Tiap kali kebijakannya ditentang keras, ia mengundang penentangnya untuk  makan bersama. Terkadang bukan cuma sekali, tapi berkali-kali.



Adapun alasan Jokowi di balik jamuan makanan siang yaitu agar warga merasa dengan dengannya. Jokowi menjelaskan bahwa warga akan lebih mudah memahami inti dari kebijakannya jika warga sudah merasa dekat.







foto Jokowi
Jokowi memakai kemeja putih (merdeka.com: Arie Basuki)
Selengkapnya...
Jika sebelumnya Jokowi mengelak kalau ditanya soal visi misi kalau dirinya terpilih menjadi presiden, kali ini ia menjabarkan secara panjang lebar visi dan misinya kalau ia terpilih sebagai presiden RI. Berikut visi dan misi Jokowi dalam berbagai bidang kalau ia terpilih menjadi presiden RI.



1. Pendidikan

Di bidang pendidikan, program Jokowi akan lebih menekankan pada revolusi mental yang akan efektif menurutnya jika dimulai dari jenjang sekolah, khususnya jenjang SD. Menurut Jokowi, siswa yang menjalani pendidikan tingkat dasar harusnya memperoleh materi pendidikan etika, pendidikan budi pekerti, dan pendidikan karakter sebanyak 80%. Sedangkan untuk ilmu pengetahuan cukup 20%.



Porsi ilmu pengetahuan menurut Jokowi diperbesar pada jenjang SMP. Walaupun begitu, materi tentang pendidikan karakter, etika, dan budi pekerti harus tetap lebih besar dari ilmu pengetahuan, persentasenya 60-40 persen.



Untuk porsi ilmu pengetahuan yang lebih besar diberikan pada tingkat SMA. Menurutnya, porsinya mencapai 80%, sedangkan materi tentang pendidikan karakter, akhlak, dan budi pekerti cukup 20%.



Di samping itu, jumlah SMK juga akan ditingkatkan. Menurut Jokowi, sejumlah negara industri maju seperti Jerman, Korea, dan Jepang merupakan contoh negara dengan jumlah sekolah SMK yang banyak.



Apabila hal-hal tersebut dilakukan, Jokowi yakin akan munculnya generasi dengan sikap mental dan budaya bekerja yang baik dengan penuh daya saing, yang akhirnya produktivitas meningkat untuk bangsa dan negara.



2. Pertanian

Di bidang pertanian, menurut Jokowi, Indoneisa kehilangan orientasi dalam pembangunan sektor pertanian. Di samping itu, calon presiden dari PDI-P ini juga menyoroti banyaknya lahan pertanian yang sudah dijadikan sebagai industri, perumahan, dan pertambangan. Ia menganggap kalau hal itu merupakan suatu kealahan karena Indonesia saat ini memerlukan banyak lahan untuk persawahan dan perladangan baru. Selain itu, infrastruktur penunjang lahan pertanian seperti bendungan dan waduk juga perlu diperbanyak. Menurutnya, kita bisa membangun 70-an waduk per tahun, namun tidak dilaksanakan lantaran kehilangan disorientasi.



Bukan hanya itu, Joko Widodo juga menyoroti biaya produksi yang mahal lantaran petani bergantung pada pestisida kimia dan pupuk. Menurutnya, petani seharusnya disediakan pupuk dan pestisida gratis.



Terminal agro juga tak luput dari sorotan Jokowi. Jokowi berpendapat bahawa terminal agro jangan hanya berupa gedung saja. Setiap kabupaten seharusnya terdapat terminal agro. Dengan penambahan terminal agro menurutnya dapat meningkatkan produksi pada sektor pertanian, seperti halnya yang dilakukan oleh Thailand.



3. Kelautan

Pada sektor kelautan, hal yang menjadi sorotan Jokowi adalah nelayan-nelayan lokal yang kalah dalam persaingan lantaran tertinggal dalam hal teknologi ketimbang nelayan-nelayan asing. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu hal yang menyebabkan harga ikan di pasaran meningkat.



Jokowi berjanji, apabila terpilih menjadi presiden ia akan menyediakan kapal modern untuk nelayan, dengan disertai pelatihan untuk para nelayan. Menurutnya, pelatihan nelayan tidak gratis karena hal itu tidak mendidik. Jokowi paling tidak setuju dengan gratisan.












Joko Widodo (kanana) dan Jusuf Kalla (kiri) usai penandatanganan berkas pendaftaran Pilpres 2014 (Antara)



4. Energi

Pada sektor energi, hal yang menjadi sorotan Jokowi yaitu besarnya subsidi listrik dan BBM. Ia menanyakan mengapa listrik menggunakan BBM, bukan batubara.



Mantan walikota Solo itu curiga bahwa ada yang mengambil keuntungan dari subsidi listrik dan BBM yang besar. Hal itu menurutnya merupakan penyebab adanya kebijakan itu yang sebenarnya lebih banyak merugikan kas APBN.



5. Infrastruktur

Untuk bidang infrastruktur, hal yang menjadi sorotoan Jokowi yaitu pengembangan infrastruktur yang masih kurang, baik penambahan jalur kereta api, pengembangan bandara, maupun pengembangan infrastrukur di laut.



Jokowi berujar bahwa tol laut bukan membangun tol di atas laut, melainkan pengangkutan menggunakan kapal dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya, namun secara bolak-balik. Menurutnya, hal tersebut akan mempermudah dalam manajemen distribusi logistik sehingga akan lebih murah harga-harganya. Adapun yang dimaksud dengan tol laut sendiri yaitu konsep distribusi lewat jalur laut yang menghubungkan antara lima pelabuhan besar di negeri ini, yaitu Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, dan Sorong. Jika ada tol laut, menurutnya akan mempermudah dalam hal distribusi.



Joko Widodo memberi contoh distribusi sapi dari Nusa Tenggara Timur dengan yang terdapat di Australia. Secara kualitas menurutnya sapi NTT tak kalah bila dibandingkan dengan sapi Australia. Kekurangannya hanya pada tidak adanya kapal yang digunakan untuk mengangkut sapi dengan ukuran besar.



Untuk masalah pembangunan bandara, capres yang dipasangkan dengan Jusuf Kalla ini akan melakukan kerja sama dengan investor swasta. Timbulnya ide tersebut menurutnya tidak lepas dari masalah pengembangan Bandara Soekarno-Hatta yang lamban, sehingga berpengaruh terhadap jadwal penerbangan yang semakin karut-marut.



Infrastruktur jalur kereta juga tak luput jadi sorotan Jokowi. Ia berpendapat bahwa sudah seharusnya jalur kereta di Jawa ditambah, sambil membangun jalur kereta di area pertambangan di Kalimantan dan Sumatera.



6. Administrasi birokrasi

Yang terakhir adalah permasalahan mengenai administrasi birokrasi. Jokowi berjanji jika terpilih menjadi presiden, ia akan menerapkan jalur online dan sistem elektronik dengan segera dalam pengadaan barang dan jasa di semua lembaga pemerintah, tak terkecuali dalam pengawasannya. Sistem seperti itu sudah diterapkannya untuk pemerintahan DKI Jakarta.

Sumber: indonesiasatu.kompas.com
Selengkapnya...
Macet dan banjir merupakan masalah DKI Jakarta. Menurut Jokowi, kedua masalah itu lebih mudah diatasi jika dirinya menjadi presiden. Dengan menjadi presiden, maka lebih mudah untuk bekerja sama dengan kepala daerah di area Jabodetabek.



Menurut Jokowi, Pemprov DKI Jakarta tak akan bisa mengatasi kemacetan dan banjir tanpa adanya bantuan dari daerah lain. Hal ini karena salah satu penyebab macet dan banjir di Jakarta juga bersumber dari daerah-derah penyangganya.



Banjir bukan hanya problematika Jakarta saja, melainkan juga daerah lainnya. Hal ini karena 90 % air yang menggenangi Jakrta berasal dari Bogor. Selain itu, seluruh pengelolaan 13 sungai besar yang terdapat di Jakarta merupakan wewenang pemerintah pusat.











Joko Widodo

(VIVAnews: Fajar Sodiq)

Jokowi menjamin semua perencanaan transportasi selama menjabat sebagai gubernur DKI tak akan terbengkalai bila ia menjabat sebagai presiden. Jokowi ingin Jakarta mempunyai banyak moda transportasi. Jakarta sudah dalam tahap upaya pembangunan monorel, MRT, dan menambah 3 koridor bus transjakarta. Bahkan baru-baru ini pembangunan metro kapsul sudah direncanakan. (referensi: kompas.com)



Majunya Jokowi sebagai capres menuai pro dan kontra. Tak sedikit warga DKI Jakarta yang menolak pencapresan Jokowi. Alasannya, Jokowi belum menyelesaikan jabatannya sebagai Gubernur DKI selama 5 tahun. Selain itu, masalah banjir dan macet belum dapat diatasi.



Namun, seperti yang dijelaskan Jokowi bahwa masalah macet dan banjir bukan hanya masalah Jakarta saja. Kebijakan transportasi bukan hanya Jakarta, namun juga Jabodetabek. Masalah banjir juga bukan dari Jakarta saja, pemerintah pusat juga harus berperan dalam penanganan banjir di Jakarta.
Selengkapnya...
Sejumlah warga DKI kecewa akan keputusan Joko Widodo maju sebagai calon presiden di pemilu nanti. Banyak yang kecewa karena komitmen Jokowi untuk mengurusi Jakarta selama lima tahun tidak ditepati.  Tak heran bila banyak yang mengungkapkan kekecewaannya lewat kata-kata.



Salah seorang warga Kelurahan Rambutan, Mardiana Tanjung yang merupakan seorang wanita tenaga kesehatan berujar "Ternyata dia serakah jabatan. Kalau mau maju japres kan bisa pemilu mendatang.



Ia menyesal memilih Jokowi pada tahun 2012 lalu. Ia memilih Jokowi karena berharap agar dapat mengatasi masalah di Jakarta.



Selain Mariana Tanjung, warga lain yang pernah memilih Jokowi pada 2012, Sugeng Triono, juga mengutarakan kekecewaannya. Ia menganggap bahwa perubahan yang dirasakan masi sedikit. Ia kecewa terhadap Jokowi yang menurutnya tergiur dengan jabatan yang lebih besar.











Joko Widodo

Jokowi usai diumumkan sebagai capres dari PDIP (ANTARA FOTO/Heru)

Sebagai seorag gubernur, menurut Sugeng, kapasitas Jokowi tidak pernah diragukannya. Namun, keyakinannya berubah ketika Jokowi diusung menjadi capres. Ia tak yakin Jokowi dapat memberikan perubahan untuk Indonesia. (referensi: republika.co.id)



Majunya Jokowi sebagai calon presiden menuai kritik berbagai pihak. Namun, banyak juga rakyat yang menginginkannya menjadi presiden RI. Jokowi yang dianggap sebagai pemimpin merakyat menjadi favorit banyak orang. Namun, banyak pihak tertentu yang tak setuju Jokowi maju sebagai capres karena janjinya belum terpenuhi.



Ada juga pihak yang menyebut Jokowi sebagai capres boneka. Ada juga yang menganggap Jokowi sebagai capres pesanan. Benarkah begitu?
Selengkapnya...
YKS (Yuk Keep Smile) merupakan sebuah acara komedi yang tayang di stasiun televisi TRANS TV. Awalnya, acara ini merupakan acara pengisi sahur bernama Yuk Kita Sahur. Namun, karena banyak yang suka acara ini, akhirnya acara ini dijadikan sebagai acara pengisi jam prime time di TRANS TV. Acara ini juga turut mempopulerkan Cesar dengan goyangannya.



Setelah lebaran tahun 2013, awalnya acara YKS hanya tayang pada hari Sabtu dan Minggu saja. Namun, dengan perolehan rating yang tinggi, acara ini hadir setiap hari. Bahkan durasinya hingga 4 jam.



Seiring berjalannya waktu, YKS menuai kontra. Goyang oplosan yang sering ditampilkan di YKS dinilai tidak pantas ditonton anak-anak, mengingat acara ini tayang di jam prime time. Bahkan sebuah petisi di internet dibuat yang intinya menginginkan agar acara YKS dihentikan.



Namun, pelanggaran demi pelanggaran nampaknya tak membuat YKS diberhentikan. Bahkan malah jam tayangnya dimajukan, yaitu pukul 19.00 WIB. Lagu-lagu yang sering dibawakan di YKS, seperti Kereta Malam, Oplosan, Simalakama, dan lainnya pun jadi terkenal. Penggermarnya bukan hanya orang tua, tapi sampai anak-anak pun menyukainya.



Waktu tayang YKS di jam prime trime dan tayang setiap hari tak luput dari kritikan. Ada yang menyebut bahwa acara tersebut mengganggu waktu anak dalam belajar. Jika waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar malah digunakan untuk menonton YKS, ini jelas tidak baik. Lalu apa tanggapan Jokowi tentang anak sekolah yang menonton YKS?



Dikutip dari inilah.com, saat kunjungannya ke SMP Negeri 45, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa, 11 Maret 2014, Jokowi berpesan kepada para siswa agar belajar dengan rajin dan benar.



Jokowi bertanya kepada salah satu siswa tentang waktu belajar siswa tersebut kalau di rumah. Kemudian siswa tersebut menjawab bahwa ia belajar hingga jam 9 malam, setelah itu ia tidur.



"Jangan nonton YKS lagi, belajar dan sekolah yang benar," kata Jokowi.










Joko Widodo (TEMPO: Wisnu Agung Prasetyo)


Dikutip dari kompas.com, saat Jokowi mengunjungi SMP Negeri 223 dan SD Negeri 05, Kampung Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Selasa 18 Maret 2014, Jokowi memberikan pengarahan kepada para murid penerima KJP dan anak-anak berkebutuhan khusus.



Jokowi menyarankan agar para pelajar SMP sebaiknya belum dibolehkan memakai ponsel pribadi. Jokowi juga berpesan agar para siswa belajar, bukan menonton acara YKS.



"Masak belajar dari jam 19.00, cuma sampai jam 20.00, abis itu nonton YKS. Belajar sajalah," kata Jokowi.
Selengkapnya...

Senin, 20 Oktober 2014

Profil dan Biografi Jokowi Dodo (Jokowi)



Jokowi semakin dikenal luas semenjak dirinya terpilih menjadi gubernur pada pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2012 lalu.  Sebelumnya, Jokowi adalah walikota Solo. Sudah banyak penghargaan yang diberikan kepadanya. Mau tahu bagaimana profil dan biografi Jokowi?






Profil Jokowi

Nama Lengkap: Joko Widodo

Nama Panggilan: Jokowi

Tempat & tanggal Lahir: Surakarta (Jawa Tengah), 21 Juni 1961

Agama: Islam

Warga Negara: Indonesia



Biografi Jokowi



Masa Kecil Jokowi

Jokowi merupakan anak dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Jokowi bukanlah anak dari keluarga kaya raya. Sewaktu kecil, ia pernah menjadi tukang ojek payung, jadi kuli panggul, dan berdagang untuk keperluan biaya sekolah dan uang jajan. Ketika anak-anak lainnya pergi ke sekolah dengan menggunakan sepeda, Jokowi kecil memilih berjalan kaki. Mewarisi keahlian ayahnya dalam bertukang kayu, ia memulai pekerjaan menggergaji saat usianya 12 tahun. Penggusuran yang pernah dialaminya sampai tiga kali semasa kecil mempengaruhi pola pikirnya dan kepemimpinannya kelak sesudah menjabat sebagai Walikota Surakarta ketika harus menertibkan pemukiman warga.



Masa Kuliah dan WirausahaJokowi diterima di Fakultas Kehutanan UGM (Universitas Gajah Mada) di jurusan kehutanan. Kesempatan ini ia manfaatkan untuk belajar tentang struktur kayu, pemanfaatan, serta teknologinya.



Setelah lulus kuliah, ia bekerja di BUMN. Tetapi itu tak lama, Jokowi memutuskan untuk keluar dan mulai membuka usaha dengan meminjamkan rumah kecilnya, dan pada akhirnya berkembang sehingga membuatnya bertemu dengan Micl Romaknan. Orang itulah yang memberinya panggilan Jokowi. Atas kerja keras dan kejujurannya, ia memperoleh kepercayaan dan bisa berkeliling benua Eropa. Pengaturan kota yang baik di benua Eropa menginspirasi Jokowi untuk memasuki dunia politik guna mengatur kota Solo. Ia ingin menerapkan kepemimpinan yang manusiawi dan mewujudkan kota yang bersahabat bagi para penduduknya.



Perjalanan Politik



Walikota Solo

Dengan banyaknya pengalaman ketika muda, ia mengembangkan kota Solo dan berbagai penolakan dari masyarakat guna ditertibkan. Ketika Jokowi menjabat sebagai walikota Solo, Solo mengalami perubahan dan menjadi bahan kajian universitas luar negeri.



Ketika menjabat sebagai walikota Solo, langkah-langkah yang dilakukan Jokowi cukup progresif untuk ukuran kota yang ada di Pulau Jawa. Langkah-langkah tersebut di antaranya memberi syarat pada investor agar mau memikirkan kepentingan publik, merelokasi pedagang barang bekas yang ada di Taman Banjarsari hampir tidak ada gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, dan melakukan komunikasi langsung terbuka dan rutin yang disiarkan oleh stasiun televisi lokal.



Jokowi mengajukan Surakarta agar tergolong ke dalam Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan berhasil diterima pada tahun 2006. Langkahnya kemudian berlanjut dengan berhasilnya Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada Oktober 2008.



Mendamaikan Keraton Surakarta

Pada 11 Juni 2004, Paku Buwono XII meninggal dunia tanpa sempat menunjuk putra mahkota maupun permaisuri, sehingga timbul pertentanggan di antara kedua putranya, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan dan SDISKS Paku Buwono XIII. Selama 7 tahun terdapat dua raja yang ditunjuk oleh kedua belah pihak dalam satu keraton.



Konflik tersebut pada akhirnya mendorong campur tangan pemerintah RI dengan penawaran dualisme kepemimpinan, dengan Paku Buwono XIII menjabat sebagai Raja dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai wakilnya atau Mahapatih. Meski sudah mendapatkan tanda tangan kesepahaman, konflik belum juga selesai lantaran ada sejumlah keluarga keraton yang tak setuju dengan penyatuan tersebut.



Konflik tersebut mencapai puncaknya ketika terjadinya penolakan terhadap Raja dan Mahapatih untuk masuk ke dalam Keraton pada 25 Mei 2012. Jokowi akhirnya ikut berperan dalam menyatukan kembali perpecahan tersebut setelah 8 bulan menemui satu demi satu pihak keraton yang terlibat pada pertentangan tersebut. Akhirnya pada 4 Juni 2012 Ketua DPR Marzuki Alie memberikan pernyataan bahwa konflik Keraton Surakarta berakhir yang didukung pernyataan bersedianya pelepasan gelar oleh Panembahan Agung Tedjowulan dan kesiapan kedua keluarga guna melakukan rekonsiliasi.



Berkat prestasinya, Joko Widodo terpilh dalam "10 Tokoh 2008" versi Majalah Tempo. Di majalah tersebut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga pernah terpilih menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2006" atas jasanya dalam melakukan perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan di Belitung Timur.



Pada 12 Agustus 2011, Jokowi memperoleh penghargaan Bintang Jasa Utama karena prestasinya sebagai kepala daerah yang mengabdikan diri kepada rakyat. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga negara sipil. Selain itu, Jokowi juga pernah dinobatkan sebagai walikota terbaik ketiga di dunia pada bulan Januari 2013 berkat keberhasilannya dalam menjadi pemimpin Surakarta sebagai kota yang terbersih dari korupsi, kota seni dan budaya, dan kota dengan penataan terbaik.



Dicalonkan Menjadi GubernurJusuf Kalla meminta Jokowi agar mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta pada pemilihan gubernur DKI tahun 2012. Awalnya Jokowi hampir ditolak untuk dijadikan sebagai calon gubernur. Namun, pada akhirnya Jokowi berhasil dicalonkan sebagai gubernur dengan Ahok sebagai wakilnya. Pada akhirnya setelah melewati dua putaran pilgub 2012, pasangan Jokowi-Ahok yang terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur. (Wikipedia)
Selengkapnya...