Jumat, 24 Oktober 2014

Bagikan Artikel :
Setelah membahas cara pembuatan makanan yang mengandung protein nabati, yaitu tahu dan tempe, dalam postingan ini 8Indo sajikan pembahasan cara membuat telur asin, yang merupakan sumber protein hewani. Ingin tahu proses pembuatan telur asin?



Telur asin merupakan makanan yang mudah dijumpai di Indonesia. Daerah di Indonesia yang terkenal dengan telur asinnya yaitu Brebes. Entah dari mana asalnya, yang jelas telur asin merupakan makanan yang merakyat yang kaya gizi.



Telur yang biasa diasinkan yaitu telur bebek. Mengapa bukan telur ayam? Hal ini karena kerabang atau cangkang telur bebek lebih tebal daripada cangkang telur ayam. Jika yang diasinkan adalah telur ayam, cangkangnya mudah rusak. Selain itu, pori-pori telur bebek lebih renggang sehingga garam mudah meresap ke dalam telur.








proses pembuatan telur asin
Telur asin (Kembangraps; Wikipedia)

Cara Membuat Telur Asin

Berikut ini proses pembuatan telur asin, mulai dari pemilihan telur hingga pemanenan.



Pemilihan Telur

Pemilihan telur dilakukan dengan cara memasukkan telur ke dalam wadah berisi air, lalu mengamati posisi telur di dalam air. Telur yang melayang dipisahkan, sedangkan telur yang setengah melayang atau tenggelam dibiarkan supaya mudah dibersihkan. Telur yang baik dicuci dengan menggunakan sabun lalu dibilas dengan air sampai bersih. Setelah itu telur ditiriskan. Penggunaan telur yang kulitnya sudah retak atau pecah dihindari. Hal ini karena selama proses perendaman putih telurnya akan menerobos keluar dan dapat menyebabkan larutan perendam berbau busuk.



Pembuatan Adonan Larutan

Sebelum memulai pembuatan telur asin, adonan garam perlu dipersiapakan terlebih dulu sebagai bahan perendaman telur. Adapun adonan yang dibuat yaitu adonan garam. Sedangkan untuk medianya bisa dengan menggunakan abu gosok, arang sekam, atau bata merah.



Abu gosok: 30 butir telur bebek, 60 genggam abu gosok, 1 kg garam, dan air bersih secukupnya.

Arang sekam: 30 butir telur bebek, 0,5 arang sekam padi yang sudah dihaluskan, 3 genggam tanah liat, 0,5 kg garam, dan air bersih secukupnya.

Bata merah: 30 butir telur bebek, 60 genggam serbuk bata merah, 1 kg garam, dan air bersih secukupnya.



Setelah memilih salah satu media adonan, media adonan tersebut dicampur dengan garam sesuai dengan takaran yang sudah ditentukan. Adonan tersebut diaduk sampai tercampur rata. Setelah itu, ditambahkan air sedikit demi sedikit seraya diaduk hingga kental. Untuk menguji tingkat kekentalan, bisa dengan menempelkannya pada kulit telur. Jika adonan tersebut dapat menempel dengan mudah dan baik, berarti sudah tepat tingkat kekentalannya. Dengan pemeraman ini, sebagian kecil garam akan terserap (sekitar 5% - 10%) ke dalam telur. Sehingga jika adonan tersebut akan digunakan lagi, maka perlu ditambahkan garam.





Proses Pembuatan Telur Asin

Pembuatan telur asin bisa dengan menggunakan proses pemeraman maupun perendaman.



Pemeraman

Telur yang telah dipilih dan dibersihkan mula-mula dibungkus dengan adonan garam. Tiap sisi diusahakan supaya mempunyai tingkat ketebalan yang sama sehingga rasa asin telur dapat merata. Selanjutnya, telur diletakkan ke dalam wadah dan dibiarkan dalam waktu 7 sampai 10 hari. Setelah itu, adonan pembungkus telur segera dilepas untuk menghindari rasa asin yang berlebihan pada telur. Kualitas telur asin dipengaruhi larutan garam yang meresap ke dalam telur.



Perendaman

Selain cara pemeraman, pembuatan telur asin juga dapat dilakukan dengan cara perendaman. Caranya yaitu dengan menyediakan wadah, kemudian menuangkan sedikit adonan ke dalam wadah sebagai lapisan bawah lalu diratakan. Setelah itu, telur yang telah dibersihkan ditaruh di atas lapisan adonan, antara telur yang satu dengan telur lainnya diberi jarak. Selanjutnya, telur ditimbun dengan adonan yang masih tersisa hingga merata menutupi seluruh telur. Telur dibiarkan terendam di dalam adonan garam dalam waktu 7 hingga 10 hari. Pada proses perendaman ini, adonan yang dibutuhkan lebih banyak daripada untuk pemeraman. Hal ini karena telur harus ditutup rapat dengan adonan.



Pemanenan

Setelah proses pengasinan dirasa cukup, adonan yang melapisi telur dibongkar. Untuk menghindari kerusakan telur ketika membongkar adonan, ditambahkan sedikit air untuk membasahi adonan dan adonan tersebut menjadi gembur sehingga lebih mudah dibongkar. Selanjutnya, telur yang kulitnya retak atau menunjukkan tanda-tanda membusuk dipisahkan. Telur yang baik bisa langsung direbus atau disimpan dulu di tempat yang dingin.



Cara Memasak Telur Asin

Sebelum direbus, telur asin dicuci dahulu sampai bersih. Untuk menghindari telur retak atau pecah dalam proses perebusan, telur dimasukkan ke dalam panci perebus yang berisi air secukupnya lalu dipanaskan dengan api kecil. Air perebus diusahakan sampai panas tetapi tidak sampai mendidih (kurang lebih 30 menit). Kemudian, api dapat dibesarkan sampai mendidih. Hal ini dilakukan supaya putih telur matang terlebih dulu sebelum seluruh isi telur matang. Sehingga benturan-benturan yang terjadi sewaktu proses perebusan tidak menyebabkan telur asin retak atau pecah.



Telur asin yang yang dibuat baik dengan cara perendaman menggunakan adonan media garam, pemeraman, maupun larutan garam jenuh, hasilnya berbeda-beda baik dari segi warna maupun rasanya. Selain itu, jenis telur dan ketebalan kulit telur juga berpengaruh terhadap daya serap telur dalam menyerap larutan garam sehingga telur asin yang dihasilkan juga berbeda.



Demikian ulasan tentang cara membuat telur asin, mulai dari proses pemilihan hingga cara perebusan.
Bagikan Artikel :
Disclaimer. Untuk Lirik lagu dan Video Klip adalah hak cipta / hak milik dari pengarang, artis, dan label musik yg bersangkutan. Seluruh media termasuk syair, ringtone, kord / kunci gitar, serta video klip (official YouTube) yang tersedia di situs ini hanyalah untuk keperluan promosi dan evaluasi. Dan Kami juga tidak menyediakan file MP3 di situs ini. Jika Anda suka dengan single ini, belilah kaset / CD atau nada sambung pribadi (NSP/RBT)-nya untuk mendukung artis / penyanyi / grup band yang bersangkutan agar terus berkarya. Artikel ini sendiri dipublikasikan oleh In-thea.blogspot.com pada tanggal Jumat, 24 Oktober 2014.
0 Comments