Tampilkan postingan dengan label Lebih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lebih. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Oktober 2014

Macet dan banjir merupakan masalah DKI Jakarta. Menurut Jokowi, kedua masalah itu lebih mudah diatasi jika dirinya menjadi presiden. Dengan menjadi presiden, maka lebih mudah untuk bekerja sama dengan kepala daerah di area Jabodetabek.



Menurut Jokowi, Pemprov DKI Jakarta tak akan bisa mengatasi kemacetan dan banjir tanpa adanya bantuan dari daerah lain. Hal ini karena salah satu penyebab macet dan banjir di Jakarta juga bersumber dari daerah-derah penyangganya.



Banjir bukan hanya problematika Jakarta saja, melainkan juga daerah lainnya. Hal ini karena 90 % air yang menggenangi Jakrta berasal dari Bogor. Selain itu, seluruh pengelolaan 13 sungai besar yang terdapat di Jakarta merupakan wewenang pemerintah pusat.











Joko Widodo

(VIVAnews: Fajar Sodiq)

Jokowi menjamin semua perencanaan transportasi selama menjabat sebagai gubernur DKI tak akan terbengkalai bila ia menjabat sebagai presiden. Jokowi ingin Jakarta mempunyai banyak moda transportasi. Jakarta sudah dalam tahap upaya pembangunan monorel, MRT, dan menambah 3 koridor bus transjakarta. Bahkan baru-baru ini pembangunan metro kapsul sudah direncanakan. (referensi: kompas.com)



Majunya Jokowi sebagai capres menuai pro dan kontra. Tak sedikit warga DKI Jakarta yang menolak pencapresan Jokowi. Alasannya, Jokowi belum menyelesaikan jabatannya sebagai Gubernur DKI selama 5 tahun. Selain itu, masalah banjir dan macet belum dapat diatasi.



Namun, seperti yang dijelaskan Jokowi bahwa masalah macet dan banjir bukan hanya masalah Jakarta saja. Kebijakan transportasi bukan hanya Jakarta, namun juga Jabodetabek. Masalah banjir juga bukan dari Jakarta saja, pemerintah pusat juga harus berperan dalam penanganan banjir di Jakarta.
Selengkapnya...