Tampilkan postingan dengan label Jawaban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawaban. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 November 2014

Tahun 2014 pemerintah masih tetap akan menyelenggarakan UN. Ujian Nasional merupakan salah satu faktor penentu kelulusan. Oleh karena itu, UN perlu dipersiapkan sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil yang maksimal.



Untuk tingkat SMA, untuk jurusan IPA mata pelajaran yang diujikan antara lain: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi, Fisika, dan Kimia. Sedangkan untuk jurusan IPS mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional antara lain Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi.



Biasanya di banyak SMA sebelum UN ada kegiatan pelajaran tambahan yang disebut pengayaan. Siswa diharuskan untuk mengikuti kegiatan pengayaan. Dalam pengayaan tersebut, selain pembahasan materi juga pembahasan soal, tentunya soal sejenis soal UN, atau pembahasan soal UN tahun sebelumnya.



Setelah UN tinggal sebentar lagi, banyak siswa SMA yang merang strategi bagaimana nanti kalau UN, bagaimana cara menyonteknya dan sebagainya. Yang lebih parahnya lagi, apabila para guru malah menyuruh para siswanya agar dapat kerjasama supaya bisa lulus bersama. Guru yang sebelumnya menggemblengkan kalau ulangan harus jujur, begitu UN eh malah menyuruh siswanya kerjasama di UN nanti.



Di antara strategi yang dirancang, ada juga yang merencanakan untuk membeli bocoran kunci jawaban UN SMA. Bocoran ini biasa dikirim beberapa saat sebelum UN dimulai. Para siswa sibuk mempersiapkan contekan kunci jawaban UN. Kalau dari kejauhan, guru bisa melihat bahwa mereka sedang belajar, padahal kenyataannya tidak. Kalau ada guru mendekat, pura-pura belajar biar tidak ketahuan.



Ada konspirasi UN SMA mengenai alasan hari pertama itu biasanya mapel yang diujikan adalah bahasa Indonesia. Karena bahasa Indonesia adalah mapel yang katanya terbilang mudah, tidak seperti matematika, fisika, atau kimia yang memerlukan hitungan. Sehingga, pembocor kunci jawaban mempunyai waktu yang lebih untuk mengerjakan mapel yang diujikan di ujian nasional yang terbilang sulit.



Selain membeli kepada oknum tertentu, ada juga yang mengikuti bimbel (bimbingan pelajar) tertentu demi mendapatkan bocoran UN. Ini sudah umum terjadi. Inilah bobroknya UN.



Tahun 2013 paket soal UN SMA untuk masing-masing mapel terdiri dari 20 paket soal. Katanya tidak mungkin bocor. Memang sih, 20 paket soal itu banyak, tapi tiap siswa juga cuma diharuskan menjawab 1 paket soal. Cuma bedanya, ini lebih menyulitkan siswa yang akan menyontek. Bagaimana dengan bocoran kunci jawaban? Ternyata tetap ada. Meski siswa sebelumnya tidak tahu paket soal mana yang akan diterimanya (karena kode paket soal menggunakan barcode), sudah ada teknik tersendiri bagaimana melihat bocoran kunci jawaban UN. Siswa membawa kertas yang berisikan kunci jawaban 20 paket soal ujian nasional SMA. Kemudian mengerjakan beberapa soal yang dianggap mudah, lalu mencocokan dengan kunci jawaban mana yang tepat. Kalau siswa tersebut menjawab benar, maka dari kunci jawaban 20 paket soal UN, bisa tahu kunci jawaban dari paket soal yang diterima oleh siswa tersebut.



Untuk tahun 2014 ini, masih adakah kunci jawaban UN SMA? Jual beli bocoran kunci jawaban UN SMA adalah bisnis tahunan yang menggiurkan. Bayangkan saja jika harga per kunci jawaban Rp 100.000, dan ada 1.000 pemesan. Keuntungannya bisa mencapai Rp 100.000.000. Siapa yang tak tergiur dengan uang sebanyak itu?



Pemerintah, khususnya Menteri Pendidikan harus lebih peka dengan hal ini. Bocoran kunci jawaban masih ada dan praktik jual beli kunci jawaban UN juga masih ada pada tahun 2013. Jadi, 20 paket soal bukanlah solusi yang tepat untuk menuntaskan masalah bocoran UN. Berpikir realistis sajalah kalau UN 20 paket soal itu masih tetap bocor.



Lalu bagaimana dengan UN 2014? Apakah akan tetap diadakan dengan 20 paket soal? Atau ditambah menjadi 50 paket soal? Atau diganti dengan esai bukan pilihan ganda? Kalau UN dengan esai dan 20 paket soal, rasanya soal UN susah bocor. Kalaupun bocor, memakan waktu lama untuk menulis bocoran tersebut. Tapi, untuk mengoreksi lembar jawab nantinya tidak praktis, karena harus dikoreksi secara manual, bukan dengan komputer. Atau UN dihapus saja? Karena ternyata tujuan yang diharapkan dalam pelaksanaan UN tidak seperti realita yang ada, yaitu dengan beredarnya kunci jawaban UN.



Sebelum pemerintah dapat mengatasi masalah bocornya kunci jawaban ujian nasional, UN ditiadakan saja dulu deh, daripada tiap tahun para siswa yang menjadi korban. Yang pintar belum tentu lulus, yang biasa-biasa saja bisa saja mendapatkan ranking. Ini kan ujian kompetensi, mengapa hasilnya malah untung-untungan?
Selengkapnya...

Jumat, 24 Oktober 2014

Ujian Nasional (UN) adalah bisnis. Bisnis bagi penjual kunci jawaban UN. Sengotot apapun orang mengatakan kalau UN dengan 20 paket soal itu tak akan bocor. Faktanya, masih tetap saja bocor. Dengan cara menyontek yang sudah 'di-upgrade', ujian nasional pun bisa dilalui dengan mudah dengan mengandalkan   bocoran kunci jawaban UN.



Untuk tingkat SMA, mungkin ketakutan akan ketahuan menyontek sudah tidak setakut ketika SMP dulu, mungkin karena sudah pengalaman. Dengan kata lain sudah expert lah dalam kegiatan menyontek. (baca: Adakah Kunci Jawaban UN SMA 2014?Sebenarnya bagaimana sih kunci jawaban itu dapat beredar? Ternyata ada oknum yang menjual kunci jawaban UN dengan harga sekian rupiah. Bocoran kunci jawaban juga beredar melalui bimbel. Bimbingan pelajar yang dikenal sebagai tempat untuk mendapatkan pelajaran tambahan, ternyata juga ikut serta dalam penyebaran kunci jawaban UN. Miris kalau ada siswa ikut bimbel (bimbingan belajar) hanya untuk mendapatkan bocoran kunci jawaban ujian nasional. Saya tidak bilang semua bimbel melakukan hal seperti itu, tapi setidaknya ada.



Selain itu, ada juga yang mencari kunci jawaban melalui internet. Saya pernah punya blog yang terdapat tulisan tentang kunci jawaban ujian nasional. Hasilnya, menjelang ujian, pengunjung blog saya ramai. Banyak yang menemukan blog saya di Google dengan kata kunci seputar kunci jawaban ujian nasional. Tentu saja saya tidak benar-benar membagikan kunci jawaban UN, di dalamnya ada pesan yang intinya bahwa jangan mengandalkan bocoran UN.



Siswa yang mengandalkan bocoran saat UN kemungkinan belum siap untuk menghadapinya. Atau bisa juga karena takut tidak lulus. Biasanya menjelang UN, tingkat keimanan naik. Banyak yang menjadi rajin beribadah, seperti rajin salat Dhuha dan sebagainya. Tapi begitu UN, malah menggunakan bocoran.



Sewaktu saya SMP, saya tidak menggunakan bocoran. Karena memang sepertinya waktu saya SMP tidak beredar bocoran. Tapi, sangat mudah untuk melakukan aksi menyontek. Pengawasnya juga cuek. Guru yang dulunya mengingatkan agar kalau ulangan itu harus jujur, lebih baik mengerjakan dengan hasil usaha sendiri agar lebih memuaskan, menjelang UN malah disuruh untuk bekerjasama. Bukan bekerjasama untuk belajar kelompok, tapi bekerjasama saat UN agar mau berbagi jawaban. Kalau dulu sih, paket soalnya tidak 20 paket soal. Memang sih ada lebih dari paket soal, tapi soalnya sama, cuma nomornya soalnya saja yang berbeda. Jadi, cara menyonteknya masih menggunakan cara sederhana.



Kalau mau cari bocoran kunci jawaban UN SMP 2014 jangan di internet. Kalau mau UN jangan cari bocoran. Kalau belum siap karena banyak materi yang belum dikuasai, sekolah hampir 3 tahun itu apa saja yang sudah dipelajari?
Selengkapnya...

Rabu, 22 Oktober 2014

Jelang UN, biasanya terjadi praktik jual beli bocoran kunci jawaban UN, baik itu SMP, SMA, maupun SMK. Memang ada sih kunci jawaban UN yang ternyata palsu. Tetapi, ada juga kunci jawaban yang benar-benar kunci jawaban, maksudnya akurat. Entah benar-benar akurat 100% atau tidak, Admin tidak tahu karena tidak pernah menggunakan bocoran kunci jawaban ujian nasional.



Tak bisa dipungkiri, masih banyak siswa yang mengandalkan kunci jawaban. Ada juga yang bilang katanya kalau mau menyontek bocoran, jangan semuanya, biar nilainya tidak terlalu tinggi. Kalau yang biasanya ulangan matematika dapet 5 ke bawah atau setinggi-tingginya 6, tapi begitu UN nilainya 9, itu bagaimana ceritanya. Atau kalau yang try out matematika biasanya dapet 5, begitu UN nilanya 9, bukannya 'fantastis'. Kalau mau berpikir positif sih, mungkin siswa itu sudah belajar lebih giat lagi setelah UN dan tak lupa pula berdo'a dan meminta do'a restu kepada orang tua. Tapi bagaimana kalau kenyataannya tidak? Bukan bermaksud untuk berburuk sangka, tapi sekadar berpikir realistis kalau ternyata banyak yang mengandalkan bocoran kunci jawaban. Ini bukan prasangka lagi, karena saya pernah menjadi saksinya.



Saya pernah menjadi saksi hidup bagaimana para siswa ketar-ketir menjelang UN diadakan. Saya menyaksikan sendiri bagaimana para siswa berdiskusi tentang bocoran kunci jawaban. Bagi yang mau beli diharuskan iuran sejumlah uang. Kalau saya sendiri tidak menyumbang sepeser pun. Karena kalau saya ikut membayar, meski nantinya saya tidak menggunakan kunci jawaban tersebut, secara tidak langsung saya ikut andil dalam membeli bocoran kunci jawaban itu. Untungnya teman-teman tak sampai membenci saya. Memang seharusnya menghargai teman yang tidak mau beli kunci jawaban. Kalau bagi saya sih, seharusnya melaporkan hal ini, tapi melaporkan kepada siapa? Kepala sekolah? Polisi? Pak Menteri? Presiden? Saya coba fokus untuk persiapan UN demi mendapatkan hasil yang maksimal dan tentunya tanpa menyontek.



Setelah deal dengan harga yang disepakati, banyak juga siswa yang was-was menghadapi UN, entah was-was karena takut tidak bisa mengerjakan atau tidak bisa menyontek.



Pada hari-H, para siswa bersiap, ada yang menyiapkan sontekan yang berisi kunci jawaban UN mapel yang akan diujikan, ada juga yang benar-benar belajar. Di dalam ruangan, saya tak memedulikan teman yang ingin bertanya ke saya tentang soal UN. Saya juga tidak mau memedulikan kalau seandainya ada teman yang tanya nomor HP saya saat UN. Saya cuek saja. Apalagi di LJK sudah ada pernyataan yang intinya untuk tidak melakukan kecurangan UN, yang harus saya tanda tangani.



Hari berikutnya, seperti biasa, banyak siswa yang sibuk membuat sontekan kunci jawaban ujian nasional mapel yang hendak diujikan. Ada yang di depan kelas, dan lebih parahnya di masjid sekolah. Masjid lho masjid!



Setelah hasil UN diumumkan, hasilnya fantastis. Banyak yang mendapatkan nilai tinggi. Nilai 8 atau 9 bukanlah nilai UN yang mengherankan lagi. Karena sesuatu yang sulit didapat kalau sudah didapat oleh banyak orang sudah tidak istimewa lagi. Nilai sembilan koma sekian bukan lagi nilai yang istimewa.



Dengan banyaknya siswa yang mendapatkan nilai 9 untuk masing-masing nilai UN, itu mengindikasikan bahwa bocoran kunci jawaban UN ternyata tembus. Kalau Pak Menteri bilang bahwa kunci jawaban UN dipastikan palsu, itu tak sepenuhnya benar, karena banyak bocoran kunci jawaban UN yang akurat. (Baca juga: Adakah Kunci Jawaban UN SMA 2014)

Dengan judul tulisan ini "Jangan Percaya Kunci Jawaban UN, Nanti Nilainya Bagus", itu bukan berarti saya memprovokasi siswa untuk menggunakan kunci jawaban UN, ini cuma sarkasme saja. Ini adalah sindiran. Berpikir realistis saja kalau ternyata banyak bocoran kunci jawaban UN yang akurat. Tak heran bila hasil UN di Indonesia untuk tahun lalu itu bagus-bagus.




Tapi miris rasanya jika ada siswa yang tergolong pintar, tapi dinyatakan tidak lulus. Seperti diketahui, faktor penyebab tidak lulus bukan hanya masalah kemampuan akademis siswa saja, melainkan juga karena faktor teknis, seperti pengisian LJK yang kurang tebal, LJK lusuh, LJK terlipat, LJK kena air liur, dan sebagainya yang mengakibatkan LJK kurang terbaca dengan baik atau bahkan tidak terbaca sama sekali.



Masih mau menggunakan bocoran? Ingin banyak uang hasil kerja keras atau hasil korupsi?
Selengkapnya...

Senin, 20 Oktober 2014

Pada posting sebelumnya, Admin menyajikan teka-teki logika asah otak, tapi hanya teka-teki saja, tidak beserta dengan jawabannya. Nah, dalam posting ini admin sajikan kunci jawaban teka-teki logika asah otak pada posting sebelumnya.



kunci jawaban teka-teki logika asah otak



Kunci Jawaban Teka-teki Logika Asah Otak



1.  Sama berat karena sama-sama 1 ton, yang berbeda volumenya.



2. Semua bulan, dari Januari-Desember



3.  1 anak diberi 1 buah mangga beserta keranjangnya.



4. Posisi kedua.



5. Posisi pertama, karena Marc Marquez menyalip pembalap yang berada di posisi terakhir, yang berarti pembalap yang ada di posisi terakhir tersebut tertinggal satu lap dari Marc Marquez.



6. Tidak ada alias nol karena lubang.



7. Umur kakak 11 tahun 6 bulan dan umur adik 9 tahun 6 bulan.



8.  Andi, sudah jelas dalam soal disebutkan "Ibunya Andi".



9. Empat anak, karena dua kakak perempuan dari anak laki-laki yang satu juga merupakan kakak perempuan dari anak laki-laki lainnya.



10. 10 menit, tinggal rebus saja dalam waktu bersamaan.



11. Berhenti membayangkan.



12. Karena orang Eskimo adal di kutub utara sedangkan pinguin hidup di kutub selatan.



13. Kereta listrik tidak mengeluarkan asap.



14. Rahasia.



15. Karena presiden Amerika Serikat ke-22 dan ke-24 adalah orang yang sama.



16. 1 ekor burung, karena yang 4 kabur.



17. Mereka terdiri dari anak, ayah, dan kakek. Ayah berarti anaknya kakek dari anak tersebut.



18. Karena untik memortet diperlukan kameran, bukan senjata api.



19. Makanan yang masuk ke dalam mulut semut.



20. Korek api dulu, baru milih mau nyalain obor, lilin, atau lentera.



Kunci Jawaban Teka-teki Logika Asah Otak

Setelah melihat jawaban tersebut, bagaimana tanggapan Anda mengenai teka-teki logika untuk asah otak pada posting sebelumnya? Apakah sulit, mudah, menjebak, atau apa? Jika ada yang belum jelas, silakan masukkan pertanyaan via kolom komentar! Atau barangkali ada kesalahan dari Admin, silakan koreksi! Admin juga manusia yang tak luput dari kesalahan.
Selengkapnya...